Sumber Daya Alam Majalengka

majalengka news

Secara geografis, Kabupaten majalengka terletak di bagian timur Provinsi Jawa Barat yaitu sebelah barat antara 1080 03’-1080 19’ Bujur Timur, sebelah timur 1080 12’-1080 25’ Bujur Timur, sebelah Utara antara 60 36’-60 58’ Lintah Selatan dan sebelah Selatan 60 43’-70 03’ Lintang Selatan.

Keadaan morfologi dan fisiografi Kabupaten Majalengka sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh perbedaan ketinggian suatu daerah dengan daerah lainnya, dengan distribusi sebagai berikut:

  1. Dataran rendah, mempunyai kemiringan tanah antara 0-15%, meliputi semua kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka antara lain terdiri atas Kecamatan Cigasong, Jatitujuh, Jatiwangi, Kadipaten, Kertajati, Ligung dan Palasah.
  2. Berbukit gelombang, kemiringan tanahnya antara 15-40%, meliputi Kecamatan Argapura, Banjaran, Bantarujeg dan Malausma, Cikijing, Cingambul, Dawuan dan Kasokandel, Lemahsugih, Maja, Majalengka, Rajagaluh, Sindangwangi, Sukahaji, Sindang, dan Talaga.
  3. Perbukitan terjal, kemiringan tanahnya >40% meliputi daerah sekitar Gunung Ciremai, Kecamatan Argapura, Banjaran, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Lemahsugih, Leuwimunding, Maja, Maja atas.

 

Untuk mengetahui kedalaman tanah yang terdapat di Kabupaten Majalengka terdiri atas :

  1. Kedalaman air 0-30 cm, seluas 12.876 Ha terdapat di Kecamatan Bantarujeg dan Malausma, Cikijing, Kertajati, Lemahsugih, Maja, Majalengka, Talaga, Banjaran dan Cingambul.
  2. Kedalaman air 30-60c, seluas 15.000 Ha terdapat di Kecamatan Argapura, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Kertajati, Lemahsugih, Maja, Majalengka, Sukahaji, Sindang, Talaga.
  3. Kedalaman 60-90 cm, seluas 34.535 Ha terdapat di Kecamatan Bantarujeg, Dawuan, Kasokandel, Jatitujuh, Jatiwangi, Kadipaten, Panyingkiran, Palasah, Cigasong, dan Cingambul.
  4. Kedalaman tanah efekti > 90 cm, seluas 58.009 Ha tersebar di semua kecamatan.

 

Jenis tanah memegang peranan penting dalam menentukan sifat dan tingkat kesuburan tanah dalam menunjang kegiatan pertanian di suatu daerah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah yaitu bahan induk, tofografi, vegetasi, dan waktu yang akan menghasilkan jenis-jenis tanah yang berbeda sifat dan tingkat kesuburannya.

Berdasarkan penyebarannya, jenis tanah di Kabupaten majalengka dapat dikategorikan dalam 15 jenis sebagai berikut :

  1. Asosiasi podsolik kuning dan hidromorf kelabu seluas 10.767 Ha (8.94%) yang tersebar di lima kecamatan yaitu Jatiwangi, Kertajati, Jatitujuh, Ligung dan Palasah.
  2. Grumosol kelabu seluas 14.137 Ha atau sebesar 11.74% terdapat di kecamatan Lemahsugih, Bantarujeg, dan Malausma, Maja, Panyingkiran, kertajati dan Jatitujuh.
  3. Asosiasi grey humus rendah dan aluvial kelabu seluas 10.609 Ha (8.81%) terdapat di Kecamatan Kadipaten, Dawuan dan Kasokandel, Kertajati, Jatitujuh, dan Ligung.
  4. Asosiasi mediteran coklat dan grumosol seluas 9.781 Ha (8.2%) terdapat di Kecamatan Cigasong, Sukahaji dan Sindang, Sindangwangi, Leuwimunding, Jatiwangi, Dawuan dan kasokandel, Sumberjaya dan Palasah.
  5. Asosiasi regosol kelabu, regosol coklat keabuan dan latosol terdapat di Kecamatan Argapura, Rajagaluh, Sindangwangi dan Dawuan, Kasokandel. Merupakan jenis tanah yang paling sedikit yang ada di Kabupaten Majalengka dengan luas 846 Ha atau sekitar 0.70%.
  6. Asosiasi regosol coklat terdapat di Kecamatan Sukahaji, Rajagaluh, Sindangwangi, Leuwimunding dan Sumberjaya dengan luas 5.469 Ha (4.54%).
  7. Asosiasi latosol coklat dan regosol coklat hanya terdapat di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Rajagaluh, Sindangwangi dan Kertajati seluas 3.883 Ha (3.22%).
  8. Komplek podsolik merah kekuningan, podsolik kuning dan regosol seluas 10.573 Ha (8.78%) terdapat di kecamatan Bantarujeg dan Malausma, Cikijing, Cingambul, Maja dan Majalengka.
  9. Latosol coklat kemerahan terdapat di 3 kecamatan, yaitu di Cikijing, Cingambul dan Talaga
  10. Asosiasi landosol coklat dan regosol coklat seluas 13.023 Ha di kecamatan Lemahsugih, banjaran, Argapura, Maja, Sukahaji, Sindang, Rajagaluh dan Sindangwangi.

Disisi lain, kondisi Hidrologi Kabupaten Majalengka dibagi ke dalam dua bagian, yaitu (1) air permukaan, di Kabupaten Majalengka terdapat dua sungai besar yang menjadi jantung kebutuhan air cukup besar untuk dimanfaatkan terutama bagi pengairan, yaitu sungai Cimanuk dan Cilutung.

Selain itu, terdapat beberapa situ yang mempunyai debit air yang sangat tinggi seperti situ Cipadung di Desa Pajajar dan Situ Talagaherang di Desa Jeruk Leueut. (2) Air Tanah, berdasarkan kondisi potensi yang ada secara umum wilayah Utara dan Tengah Kabupaten Majalengka merupakan daerah yang memiliki potensi air bawah tanah (ABT) yang cukup baik.

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Sumber Daya Alam Majalengka”

  1. jhonthit says:

    bermanfaat artikelnya

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: All Premium Themes Online. | Thanks to Top Bank Free Premium WordPress Themes, wordpress themes 2012 and