Model Pembelajaran CTL

Majalengka News

Model Pembelajaran CTL - Salah satu model pembelajaran yang dapat dilaksanakan dalam kelas adalah model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning). Model pembelajaran CTL merupakan salah satu model yang sangat populer dilingkungan guru dan pelajar. Dengan CTL, proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Proses pembelajaran CTL mempunyai sintaks dan pilar tertentu yang harus muncul pada saat proses pembelajaran. Selain model CTL beberapa model pembelajaran populer lainnya seperti Model Pembelajaran PAIKEM bisa Saudara pelajari.

Dengan mengoptimalkan CTL. proses pembelajaran menjadi sangat menyenangkan dan siswa terlibat secara langsung, membangun pengetahuan sendiri, siswa aktif bertanya dan mengajukan pertanyaan dengan pola inkuiri observasi, tanya jawab, hipotesis, pengumpulan data, analisis data dan pengambilan keputusan dalam sebuah belajar baik di kelas maupun di luar kelas.

Untuk mencapainya diperlukan model yang dapat digali, baik dari guru maupun dari siswa. Kita tidak dapat menjadikan guru sebagai satu-satunya model karena siswa mempunyai berbagai karakter dan merupakan individu yang unik.

Sebuah pembalajaran harus ditutup dengan sebuah refleksi. Tanpa refleksi, proses pembelajaran hanya terhenti di dalam kelas dan ketika ke luar kelas maka semua ditinggalkan. Seolah-olah pembelajaran di kelas tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehidupan nyata.

Model Pembelajaran CTL mempunyai 6 pilar yang harus dipedomani oleh para pemakainya. Ketujuh pilar tersebut ada yang mengatakan harus digunakan secara berurutan dan ada juga yang mengatakan asalkan unsur itu ada. Adapun 6 pilar CTL adalah :

  1. Konstruktivisme
  2. Question
  3. Inkuiri
  4. Learning Community
  5. Pemodelan
  6. Refleksi

 

Enam Pilar Model Pembelajaran CTL

Konstruktivisme, merupakan konsep dimana siswa dalam proses pembelajaran bukanlah sebagai sebuah botol kosong, tetapi membawa modal pengetahuan dan kamampuan masing-masing.

Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat membangun pengetahuan sendiri.

Question, merupakan teknik yang harus digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berfikir siswa karena pertanyaan siswa merupakan wujuh keingin tahuan.

Tanya jawab dapat diterpkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas. Dengan demikian, akan terjadi komunikasi tiga arah antara siswa dengan guru dan antara siswa dengan siswa.

Inkuiri, merupakan siklus proses dalam pembangunan pengetahuan/konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep.

Siklus inkuiri meliputi observasi, tanya jawab, hipotesis, pengumpulan data, analisis data, dan kemudian disimpulkan.

Learning Community, adalah kelompok belajar yang berfungsi sebagai wadah dalam proses pembelajaran. Dalam wadah ini, ada persamaan lingkungan budaya dan lokasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar peserta didik.

Dengan demikian, akan terjadi saling melengkapi antara siswa dengan guru.

Pemodelan, model merupakan salah satu hal yang populer dan cenderung menjadi “tren” yang ingin diikuti oleh generasi muda. Biasanya, sebuah model menjadi idola dan selalu ingin dicontohkan oleh siswa.

Dengan demikian, jadikan siswa dan guru sebagai model sehingga mereka menyukai pelajaran yang bersangkutan.

Refleksi, respon dari proses pembelajaran harus dilakukan mengingat belajar dikatakan berhasil jika terjadi perubahan dalam diri siswa yang bersifat permanen.

Perubahan ini adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Artinya, pembelajaran tidak selesai hanya sampai di kelas dan pada pertemuan itu saja. Tetapi, berlanjut di luar kelas dan pada pertemuan selanjutnya.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: All Premium Themes Online. | Thanks to Top Bank Free Premium WordPress Themes, wordpress themes 2012 and